Yesus Dalam Rupa Yang Lain

Markus 12:31-
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”*

Galatia 6:2
Bertolong-tolonganl ah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

 
Renata baru saja hendak membuka pintu rumahnya ketika menemukan sebuah amplop yang selipkan di bawah pintu. Ia mengambil amplop tersebut dan membaca dengan jelas nama dan alamatnya tertulis di surat itu. Tetapi yang membuatnya heran, tidak ada prangko maupun stempel pos yang tertera di amplop surat tersebut. Perlahan lahan ia pun membuka  amplop tersebut dan membaca surat di dalamnya. Isi surat tersebut sangat singkat, “Buat Renata. Aku akan berkunjung ke rumahmu besok sore, Yesus” Renata mulai gemetar bercampur senang. Di dalam hatinya ia bertanya-tanya mengapa Yesus mau berkunjung ke rumahnya, padahal ia adalah orang sederhana dan banyak kelemahannya. Namun demikian, ia ingin menyuguhkan yang terbaik buat tapu istimewanya.

 Ia bergegas ke kamar dan mengambil dompetnya. Ia pun mengeluarkan sedikit uang yang tersisa di dalam dompetnya. Empat lembar uang seribuan da lima lembar lima ribuan, semuanya Sembilan belas ribu rupiah. “Cukup untuk membeli roti dan susu,” pikirnya.  Keesokan harinya menjelang sore. Ia terburu-buru ke sebuah mini market  yang tidak jauh dari rumahnya. Hanya dalam waktu kira2 10 menit ,sedang keluar dengan tas plastic berisi 1 bungkus roti tawar bertabur kismis, sekaleng susu coklat dan satu botol  selai serikaya. Ia sedang berjalan menuju rumahnya ketika dua orang suami-istri berpakaian compang camping menghampirinya sambil menadahkan tangan kurus mereka. “Berilah kami sedikit makanan Nona, sudah dua hari ini kami tidak makan,” kata suami istri tsb “Sebenarnya saya ingin sekali menolong tetapi apa yang saya bawah ini adalah hidangan yang akan saya berikan untuk tamu istimewa saya sore ini.”  “Oh tidak apa-apa, kalau begitu kami mengerti,” jawab suami-istri tsb seraya berjalan pergi. Tiba tiba Renata merasakan sebuah sentuhan yang sangat akrab didalam hatinya dan ia pun memangging kedua suami-istri tersebut, “Ambillah roti dan susu ini, saya akan berusaha agar bisa menghidangkan hidangan lain bagi tamu saya,” katanya. Ia juga merelahkan baju panasnya untuk istri pengemis yang kelihatan sangat kedinginan. “Terima kasih untuk semuanya,” kata suami-istri tersebut haru.

 Renata mengeluarkan kunci pintu dari tasnya dan ia melihat sebuah emplop lain terselip dibawah pintu. Sama seperti kemari, tidak ada prangko dan stempel pos di amplop tersebut dan hanya nama serta alamatnya yang tertulis disitu. Ia membuka amplop tersebut dan membaca surat yang ada di dalamnya, “Buat renata, sungguh menyenangkan bisa mengunjungimu, terima kasih untuk roti kismis yang enak dan dan baju panas itu, Tuhanmu, Yesus.” Renata tertegun, ia menangis bahagia dan kini ia tidak perlu lagi menunggu tamunya karena Ia sudah dating mengunjunginya dalam rupa yang lain.

Mau menjamu Ysus dan melakukan yg terbaik buatNya? LAkukan itu kepada sesamamu. Cara terbaik untuk tidak merasa rugi dan berat hati untuk menolong sesame, adalah memandang Yesus yang ada didalam diri mereka. Yesus mengajarkan kepada kita agar mengasihi sesame seperti kita mengasihi diri sendiri. Begitu banyak orang percaya yang rindu melakukan sesuatu bagi Yesus, tetapi tidak bersedia melakukan apa-apa bagi sesamanya. Mungkin Yesus seringkali dating mengunjungi kita dalam rupa yang lain, tetapi yang Ia temukan hanyalah wajah masam tidak bersahabat, ketidakpedulian dan kebosanan menjamu dan memperhatikan Dia. Maka Ia pun segera pergi karena kita tidak bisa menerima Dia ketika Ia dating dalam rupa yang lain!

 Ketika kita melakukan sesuatu untuk sesame yang paling hina sekalipun, kita telah melakukannya untuk Yesus. (Matius 25:40)

 LAYANILAH YESUS DENGAN CARA MELAYANI SESAMA.

Iklan

Posted on 5 Desember 2009, in Saat Teduh and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. salam kenal. GBU!

%d blogger menyukai ini: